Suku To Balo; Manusia Belang di Pedalaman Barru

tobaloTak ada manusia yang bisa memilih terlahir dari keluarga atau keturunan tertentu. Seperti juga suku “To Balo” yang tinggal di tempat terpencil di Pegunungan Bulu Pao, yang membentang melintasi wilayah Kabupaten Barru dan Pangkep, Sulawesi Selatan. Sejak menjejakkan kaki ke bumi, setiap orang dari keturunan kelompok ini punya rupa kulit tak lazim: sekujur tubuh terutama kaki, badan, dan tangan, penuh bercak putih. Sementara tepat di tengah dahi mereka, bercak tersebut juga terpampang nyaris membentuk segitiga. Karena itu mereka disebut kaum To Balo. Yang dalam bahasa Bugis, To berarti manusia sedangkan Balo sama dengan belang. MANUSIA BELANG.

Perbedaan itu rupanya membuat mereka mengasingkan diri dari kumpulan sosial sehingga tak pernah membangun koloni di daerah yang ramai. Konon, sikap tersebut sudah mereka lakukan sejak berabad silam saat Kerajaan Bugis masih jaya. Namun, oleh raja-raja zaman dahulu, kelainan tersebut sempat dianggap tanda kepemilikan kesaktian yang membuat mereka sering dipilih menjadi pengawal raja. Di tengah hiruk pikuk kemajuan zaman, kaum To Balo seakan tenggelam ditelan kesunyian pelosok tempat tinggal mereka. Populasi ini kini tinggal segelintir. Maklum, menurut kepercayaan mereka, jumlah satu keluarga tak boleh lebih dari 10 orang. Jika tidak, keluarga ke-11 dan berikutnya harus mati. Entah dibunuh langsung atau dibuang ke suatu tempat sampai diyakini tak bernyawa. Continue reading

Advertisements

HARI BUMI – Save The Earth

earthday2Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April , menandai hari jadi lahirnya sebuah perubahan pergerakan kepedulian terhadap lingkungan tahun 1970-an. Hari Bumi lahir diprakarsai oleh seorang senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson. Saat itu ia melakukan protes secara nasional terhadap kalangan politik terkait permasalahan lingkungan. Ia mendesak agar isu-isu tersebut dimasukkan dalam agenda nasional. Perjuangan Gaylord Nelson dimulai sekitar lebih dari 7 tahun sebelum Hari Bumi pertama. Pada awalnya Gaylord berharap pemikirannya tercapai melalui kunjungan yang dilakukan Presiden Kennedy ke-11 negara bagian pada September 1963, namun dengan beberapa alasan kunjungan tersebut tidak mampu membawa isu lingkungan ke dalam agenda nasional. Upaya terus dilakukan Gaylord untuk merealisasikan idenya. Setelah tur Kennedy, Gaylord melakukan kampanyenya sendiri ke beberapa negara bagian. Di seluruh pelosok negara, bukti penurunan kualitas lingkungan terjadi di mana-mana. Semua orang menyadarinya, kecuali kalangan politik. Akhirnya pada musim panas 1969 Gaylord mengetahui bahwa aksi demonstrasi anti-perang Vietnam telah menyebar secara luas melalui perguruan tinggi di seluruh negeri. Dari sana ia mendapat ide untuk melakukan hal yang sama dalam kempanye lingkungannya. Ia memilih kalangan bawah dalam melakukan aksi protes terhadap kerusakan lingkungan. Pada sebuah konferensi di Seattle September 1969, Gaylord mengumumkan akan mengadakan demonstrasi secara nasional pada musim semi 1970 atas nama lingkungan dan setiap orang diundang untuk berpartisipasi. Setelah itu, berbagai surat, telegram, dan telepon mengalir dari seluruh negeri. Warga Amerika akhirnya menemukan sebuah forum untuk mengungkapkan kepeduliannya atas penurunan kualitas tanah, sungai, danau, dan udara di lingkungan mereka. Continue reading

Teori EVOLUSI 150 tahun kemudian

“Seorang amatir (dari zaman) Victorian mengabdikan diri untuk pengamatan yang pelan dan saksama dan berpikir tentang jagat alam sepanjang hidup, lalu mencetuskan satu teori 150 tahun silam, yang masih menggerakkan agenda ilmiah dewasa ini.”
Gary Stix, ”Scientific American”, 12/2008

Membaca jurnal sains Cosmos (Desember 2008/Januari 2009), yang secara khusus mengupas masalah evolusi, pembaca diajak menjelajahi seluk-beluk evolusi—bagaimana riwayat kelahiran teori yang terus menggerakkan debat ilmiah hingga hari ini, bukti-bukti evolusi, dan juga pandangan mutakhir yang menyebut evolusi tampaknya telah berakhir.

Charles Darwin

Charles Darwin

Selain Cosmos, jurnal lain yang mengupas evolusi secara mendalam, juga warisan ilmiah yang ditinggalkan Charles Darwin, adalah Scientific American (Desember 2008), yang intronya dikutip di bagian awal tulisan ini. Keduanya mengangkat Darwin dan evolusi bertepatan dengan peringatan 200 tahun Darwin dan 150 tahun teori evolusi yang ia kemukakan.

Orang kini menyebut teori evolusi secara begitu saja, tetapi tak disangsikan lagi, inilah teori yang mengalami ujian paling dahsyat sepanjang masa. Atas dasar itu pula, orang melihat Darwin sebagai salah satu sosok yang menjulang di dunia sains, yang idenya telah mengubah dunia.

Kini teori evolusi sudah bertahan 150 tahun, dan pada sisi lain teori itu telah bertambah luas seiring dengan berkombinasinya ide yang dicetuskan Darwin dan genetika. Continue reading

TAMPOMAS II, Sebuah Tragedi

Api menjalar dari sebuah kapal
Jerit ketakutan keras melebihi
Gemuruh gelombang yang datang

Sejuta lumba-lumba mengawasi cemas
Risau camar membawa kabar Tampomas terbakar
Risau camar memberi saran Tampomas Dua tenggelam

Syair di atas merupakan penggalan lagu dari Iwan Fals yang berjudul Celoteh Camar Tolol dan Cemar dari album Sumbang menggambarkan tragedi tenggelamnya kapal motor penumpang KMP Tampomas II milik PT. PELNI yang cukup tragis di sekitar kepulauan Masalembo (114°25′60″BT — 5°30′0″LS) Laut Jawa (termasuk ke dalam wilayah administratif provinsi Jawa Timur). KM Tampomas II terbakar di laut dan karam pada tanggal 27 Januari 1981, merenggut ratusan nyawa penumpangnya. Continue reading

50 TOKOH paling berpengaruh di tahun 2009

Tak terasa kita sudah berada dipenghujung tahun 2008 yang tinggal menghitung hari dan Tahun 2009 segera menjelang. Dengan situasi ekonomi yang masih labil serta konflik politik internasional yang tiada henti membuat pergolakan diperkirakan akan terus berlanjut. Lalu, siapa saja yang akan menjadi orang-orang yang keputusannya menjadi penentu dalam percaturan politik global dunia?

Newsweek menurunkan 50 nama-nama politikus yang akan mengambil peranan dalam kancah politik internasional di tahun 2009 mendatang. Mereka terdiri dari Presiden dari beberapa negara, Menteri, Komandan Militer, CEO perusahaan Migas (ExxonMobil), CEO perusahaan komputer (Apple Inc), CEO bisnis online (Wal-Mart, Amazon, Google), CEO perusahaan Otomotif (Toyota Motor Corporation), Direktur lembaga dunia (IMF, WHO), pengusaha Investasi, Aktor (Bollywood), presenter Televisi, pengusaha media (Bloomberg), animator (Walt Disney), orang terkaya dunia, pemimpin agama, gubernur Bank Sentral (Amerika, Uni Eropa, Jepang) dan lain-lain.

Patut dicatat dari sekian banyak nama dari berbagai Profesi, tidak satupun dari negera kita INDONESIA yang notabene termasuk dalam nominasi ELIT dalam beberapa kategori seperti jumlah penduduk, panjang garis pantai, jumlah pulau, jumlah suku, korupsi?? dan banyak lagi kategori yang lainnya. Entah kapan negara ini dapat berbicara banyak dalam mewarnai perkembangan peradaban dunia.

Urutan lengkapnya sebagai berikut. Continue reading

Global Warming

Apakah sebenarnya global warming?
Pemanasan bumi adalah hal yang biasa karena planet ini memang terus menghangat dan mendingin berkali-kali selama 4,65 milyar tahun sejarahnya. Bumi memiliki lapisan atmosfer yang melindunginya dari dampak radiasi sinar matahari. Setiap hari, panas matahari masuk ke bumi menembus lapisan atmosfir berupa radiasi gelombang pendek. Sebagian diserap bumi, sisanya dipantulkan lagi ke angkasa. Pada lapisan atmosfer Bumi tersebut, terdapat selimut gas yang biasa disebut Gas Rumah Kaca. Gas ini berfungsi menahan panas Matahari agar tidak dilepas kembali seluruhnya ke angkasa, sehingga matahari tetap hangat.
Selama bumi masih dalam temperatur 16 C, pemanasan bumi adalah hal yang baik. Tetapi ketika terjadi peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca yang melebihi batas normal, panas bumi akan terperangkap dan tidak bisa dipantulkan lagi ke angkasa. Bumi akan semakin panas. Continue reading

Taggate’

taggate
Kata “TAGGATE'” berasal dari bahasa Mori di Bahodopi Sulteng yang secara harfiah berarti ‘tersangkut’. Ini untuk menggambarkan kondisi perjalanan yang terhambat akibat mobil terbenam di jalan lumpur. Istilah ini juga biasa dipakai untuk orang dari luar yang terpikat dan menikah dengan penduduk lokal di sekitar lokasi eksplorasi. Beberapa sahabat mengalami hal ini.
Sabtu kemarin kita ramai2 ke Zeba-Zeba Camp, salah satu camp Eksplorasi di Bahodopi dalam rangka peresmian jalan Nattu0541 yang sudah selesai. Ternyata beberapa titik belum dikerjakan karena alasan tertentu. Dititik itulah beberapa mobil harus tersangkut oleh lumpur akibat hujan deras yang mengguyur semalaman. Terpaksa deh ada aksi dorong mendorong, bahkan dibeberapa titik harus dibantu dengan ‘Winch’
Senang juga rasanya dapat kembali ke Zeba-Zeba Camp, tempat bernaung dulu sewaktu masih tergabung di tim eksplorasi. Cukup banyak yang berubah tapi ciri-ciri masa lalu belum hilang termasuk orang-orangnya yang menyambut dengan hangat. Bahkan ada yang meminta kepadaku untuk kembali… WHAT???